Pengertian Futurologi dan Sejarah Futurologi

Pengertian Futurologi

Pengertian Futurologi secara umum adalah ilmu yang mempelajari tentang masa depan berdasarkan perkembangan situasi, fenomena masa kini. Sedangkan ditinjau dari bahasa, istilah futurologi (futurology) berasal dari bahasa Perancis future dan bahasa Inggris future yang keduanya berarti masa depan, dan logos yang berarti ilmu.

Pengertian Futurologi Menurut Ahli

Studi Futurologi memprediksi (meramalkan) secara ilmiah kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di waktu masa depan dengan memperhatikan berbagai aspek mulai dari keilmuan, kebiasaan dan data yang ada saat ini. Berikut ini pengertian futurologi menurut beberapa ahli.

Menurut Oxford Dictionary of Philosophy, pengertian futurologi adalah salah satu disiplin ilmu yang memprediksi masa depan berdasarkan perhitungan multi-sudut pandang terhadap fenomena yang terjadi pada saat ini.

The Norton Dictionary of Modern Thought menyebutkan pengertian futurologi adalah studi yang mengkaji realitas yang terjadi saat ini melalui pengamatan secara cermat, sistematis dan terorganisir, serta memberikan gambaran berbagai alternatif yang bertujuan untuk pembangunan di masa depan. Futurologi dikenal juga sebagai future studies

Menurut John McHale, pengertian futurologi atau studi futuristik adalah sebuah disiplin ilmu yang melingkupi semua bentuk cara pandang terhadap masa depan dari mulai perhitungan sampai pada utopia.

Menurut Eric Janstch, pengertian futurologi (ramalan) adalah sebuah kemungkinan dan afirmasi ilmiah yang relatif terhadap problematika yang berkaitan dengan masa depan. Menurut Jantsch, kita telah mempunyai sebuah penegasan, pilihan-pilihan, dan konsekuensi-konsekuensi dari pilihan-pilihan tersebut, yang berkaitan dengan permasalahan masa depan.

Menurut Udik Budi Wibowo, pengertian futurologi adalah kajian tentang kecenderungan-kecenderungan masa depan dalam seluruh aspek kehidupan manusia, seperti pendidikan, ekonomi, sosial, dan politik. Futurologi seringkali disamakan dengan riset masa depan, studi masa depan, riset kebijakan, futurism, dan lain sebagainya, yang berkaitan dengan masa depan.

Sejarah Ilmu Futurologi

Pemikiran tentang masa depan telah menjadi bagian dari sejarah manusia, meskipun dalam perkembangannya terjadi fluktuasi dan ketidakstabilan. Sebenarnya futurologi telah dimulai sejak sebelum masehi, namun studi futurologi belum terlalu kentara dan tidak dibahas secara detail dan mendalam sehingga catatan pasti kapan futurologi dimulai, sulit untuk dideteksi.

Pada masa Dinasti Zhou di Cina, 1000 tahun sebelum masehi, media yang digunakan adalah heksagram Yi Jing (Kitab Perubahan) yang dianggap bisa mewakili pola dasar perubahan alam. Objek ramalannya bervariasi. Dari prediksi pergantian musim hingga peperangan.

Dalam filsafat Yunani, karya Plato yaitu Republik menggambarkan tatanan masyarakat masa depan, di mana konsep keadilan menjadi sentral dari kehidupan sosial dan institusi-institusi sosial.

Francis Bacon (tahun 1561-1626), filosof Inggris dalam karyanya The New Antlantis, menuliskan bahwa negara masa depan berdasarkan kekuatan individu.

Ramalan tentang sains dan teknologi pernah mencuat pada 20 Februari 1909. Seorang futuris meramalkan tentang kemungkinan munculnya mobil dan pesawat terbang sebagai penjelmaan baru mesin-mesin, dalam surat kabar Perancis, “Le Firago”.

Banham dalam karyanya, “Theory and Design in the First Machine Age” telah memberikan inspirasi bagi para futuris pelukis, penyair, dan arsitek, seperti Filippo Tommaso Marinetti, Giacomo Balla, Gino Severini, Fornunato Depero, Carra, dan Antonio Sant‟elia, untuk menciptakan dunia baru mereka melalui karya-karyanya. Modernisme dan revolusi industri dipercaya juga terpengaruh oleh gerakan futurisme ini.

Istilah Futurologi

Pada tahun 1970-an, istilah futurologi dipopulerkan oleh saintis bernama Alvin Toffler. Ia menumpahkan argumentasinya yang futurologis pada karyanya yang best seller, yaitu “The Future Shock”. Istilah ini tergolong baru dan sempat menimbulkan kontroversi, karena keberanian Toffler yang meramal waktu masa depan dunia dengan basis sains dan teknologi.

Alvin Toffler seorang ilmuwan yang lahir 4 Oktober 1928, di Brooklyn, New York City, USA, terkenal dengan karya-karya yang membahas mengenai revolusi digital, revolusi komunikasi dan ruang waktu (singularitas) teknologi.

Toffler menuliskan bahwa kita hidup di zaman yang penuh dengan perubahan-perubahan besar, meskipun perubahan sudah lazim dan menjadi bagian dari eksistensi manusia, tetapi perubahan yang terjadi dalam masa sekarang ini, khususnya pada 20 sampai 25 tahun terakhir telah melaju sangat cepat.

Alvin Toffler pernah meramalkan bahwa dimasa depan dunia akan berubah yang dipengaruhi oleh cepatnya teknologi informasi. Prediksi ini benar karena saat ini dunia sedang menikmati mudahnya mencari dan mendapatkan informasi melalui berbagai akses seperti telepon selluler, internet, televisi, dan lain sebagainya, dimana mau tidak mau bisa mengubah cara hidup manusia yang akhirnya merubah dunia.

Majalah Newsweek edisi tahun 2002, dalam ulasan Fred Guterl menyebutkan bahwa futurologi lahir sebagai anak dari era perang dingin. AS menanggapi pesatnya disiplin ilmu baru futurologi secara serius, dengan menyediakan laboratorium riset militer yang berbagi bersama dengan berbagai ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu.

Awalnya digunakan untuk menganalisa secara matematis tentang perkembangan militer Rusia. Selain meneliti skenario apa yang berlaku pada era pasca perang nuklir, sebuah yayasan bernama Institusi Riset Stanford melakukan penelitian khusus tentang tren transportasi di masa depan.

Kesimpulan

Masa depan adalah suatu waktu yang penuh dengan kerumitan dan kemisteriusan. Oleh karena masa depan menjadi perencanaan dan tujuan yang ingin dicapai oleh peradaban manusia, maka dibutuhkan rancangan strategis untuk mencapainya.

Dalam ilmu futurologi dijelaskan bahwa memprediksi masa depan membutuhkan perhitungan multi perspektif terhadap fenomena yang terjadi pada saat ini. Merancang masa depan sangat mudah, namun sulit untuk diprediksikan, terlebih untuk direalisasikan. Masa depan merupakan bagian dari masa lalu dan implikasi dari masa kini.

Futurologi didasari oleh rasa ingin tahu manusia tentang perkembangan masyarakat di masa depan. Berbeda dari usaha untuk mengadakan ramalan-ramalan yang bersifat tradisional, futurologi menggunakan cara-cara ilmiah untuk mengungkapkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Para futurolog menggunakan data, fakta, dan kecenderungan yang terjadi di waktu masa lalu dan masa sekarang untuk menentukan perkembangan di masa depan. Dasar pemikirannya adalah bahwa apa yang akan terjadi di masa depan berkaitan erat dengan apa yang terjadi pada masa sekarang dan masa lalu.

 

Pengertian Futurologi dan Sejarah Futurologi

About the Author: KanalWaktu

Cuma berbagi informasi dan pengetahuan dari waktu ke waktu

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.