Memilih antara International Baccalaureate dan Cambridge International akan lebih mudah jika Anda tidak hanya melihat nama kurikulumnya. Keduanya menerapkan pendekatan yang berbeda dalam mengelola proses belajar, metode penilaian, hingga fleksibilitas pilihan mata pelajaran. Cara yang lebih praktis adalah membandingkan bagaimana masing-masing program bekerja dan bagaimana sekolah menerapkannya dalam kegiatan belajar sehari-hari.

1. Bandingkan Struktur Programnya

Salah satu perbedaan kurikulum IB dan Cambridge yang pertama perlu dipahami adalah struktur programnya. IB menawarkan empat program untuk siswa usia 3 hingga 19 tahun, yaitu Primary Years Programme, Middle Years Programme, Diploma Programme, dan Career-related Programme.

Cambridge memiliki lima tahap mulai dari Early Years, Primary, Lower Secondary, Upper Secondary, hingga Advanced. Sekolah dapat memilih tahap yang ingin ditawarkan sesuai kebutuhan dan struktur pendidikannya.

Bagi orang tua, nama kurikulum saja belum cukup. Tanyakan program atau tahap yang akan dimasuki anak dan bagaimana jalur tersebut berlanjut ke jenjang berikutnya.

2. Lihat Gaya Belajar yang Lebih Sesuai dengan Anak

Perbedaan kurikulum IB dan Cambridge juga terlihat dari cara pembelajaran disusun. IB banyak menekankan enkuiri, refleksi, pemahaman konsep, serta kemampuan menghubungkan pembelajaran dengan konteks yang lebih luas. Cambridge mengembangkan pengetahuan dan keterampilan secara bertahap melalui mata pelajaran serta memberi sekolah ruang untuk menyusun program sesuai kebutuhan.

Sebagian siswa menikmati pertanyaan terbuka, penelitian, diskusi, dan menghubungkan beberapa ide. Siswa lain mungkin lebih nyaman dengan batas mata pelajaran yang lebih jelas dan perkembangan materi yang terstruktur.

Saat melihat sekolah, tanyakan bagaimana kurikulum diterapkan di kelas. Pengalaman belajar sehari-hari sering memberi gambaran yang lebih jelas daripada hanya membaca nama kurikulumnya.

3. Pendekatan Belajar: Inkuiri Konseptual vs. Progresi Terstruktur

Kedua program sama-sama mendorong kemampuan berpikir analitis, tetapi membimbing siswa melalui metode pembelajaran yang berbeda:

  • Program IB: Berfokus pada inquiry-based learning, pemahaman konseptual, dan konteks global. Proses belajar mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan terbuka, menghubungkan gagasan antar mata pelajaran, serta merefleksikan cara belajar mereka sendiri.
  • Program Cambridge: Menggunakan pendekatan yang terstruktur dan berfokus pada penguasaan mata pelajaran (subject-first). Sistem ini membangun pemahaman mendalam secara bertahap dari jenjang Early Years hingga A Levels, memastikan siswa menguasai konsep dasar sebelum melangkah ke pemecahan masalah analitis yang lebih kompleks.

4. Periksa Pilihan Mata Pelajaran

Pilihan mata pelajaran menjadi salah satu perbedaan kurikulum IB dan Cambridge yang semakin penting ketika siswa bertambah usia. Dalam IB Diploma Program, siswa mengambil enam mata pelajaran serta menyelesaikan komponen inti seperti Theory of Knowledge (ToK), Extended Essay (EE), dan Creativity, Activity, Service (CAS).

Cambridge International AS dan A Levels menawarkan lebih dari 55 mata pelajaran dan sekolah dapat menyediakan berbagai kombinasi. Struktur ini dapat memberi siswa ruang untuk lebih fokus pada bidang yang sesuai dengan minat atau rencana pendidikan mereka.

Namun, daftar mata pelajaran yang tersedia secara global belum tentu sama dengan pilihan di setiap sekolah. Tanyakan mata pelajaran yang benar-benar tersedia dan apakah jadwal dapat membatasi kombinasi tertentu.

5. Lihat Contoh Sekolah yang Menggunakan IB dan Cambridge

Contoh nyata dapat membuat perbedaan kurikulum IB dan Cambridge lebih mudah dipahami.

Di Yogyakarta, Yogyakarta Independent School menawarkan IB Primary Years Programme, Middle Years Programme, dan Diploma Programme. Siswa dapat mengikuti jalur IB dari usia awal hingga jenjang senior.

Di Surabaya, Surabaya Cambridge School mengikuti jalur Cambridge pada jenjang secondary. Siswa dapat mengikuti Cambridge IGCSE sebelum melanjutkan ke AS Level pada Grade 11 dan A Level pada Grade 12.

Di area sekitar Jakarta, Sekolah Pelita Harapan menjadi salah satu contoh sekolah internasional yang menawarkan program IB dan Cambridge di sekolah-sekolahnya. SPH Lippo Village dan Sentul City menawarkan jalur IB lengkap dari PYP hingga DP, sementara program Cambridge tersedia di sekolah lainnya dengan struktur lanjutan yang berbeda.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa perbedaan kurikulum IB dan Cambridge sebaiknya dilihat bersama dengan program yang benar-benar tersedia di setiap sekolah.

Ajukan Pertanyaan Praktis Sebelum Memutuskan

Setelah memahami perbedaan kurikulum IB dan Cambridge, ubah perbandingan tersebut menjadi pertanyaan yang lebih konkret. Tanyakan seperti apa satu minggu belajar, seberapa banyak tugas mandiri yang diberikan, mata pelajaran apa yang tersedia, dan bagaimana sistem penilaian berubah pada jenjang berikutnya.

Anda juga dapat meminta contoh jadwal, melihat hasil pekerjaan siswa, serta mencari tahu dukungan akademik yang tersedia. Detail seperti ini membantu Anda memahami bagaimana kurikulum diterapkan dalam kegiatan nyata.

Perbedaan kurikulum IB dan Cambridge akan lebih berguna jika dikaitkan dengan kebiasaan belajar, minat, dan rencana pendidikan anak. Jangan hanya memilih berdasarkan reputasi atau nama program.

Pada akhirnya, memahami perbedaan kurikulum IB dan Cambridge membantu keluarga menyusun pertanyaan yang lebih tepat. Keputusan tetap perlu melihat bagaimana kurikulum, guru, lingkungan belajar, serta kebutuhan anak saling mendukung pada tahap pendidikan tersebut.

Topics #pendidikan #sekolah internasional